Netty: Saatnya Masyarakat Bangkit Bangun Gerakan Sadar Covid-19
Jakarta -- Angggota Komisi IX Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR RI Netty Prasetyani memberikan tanggapan terkait status keadaan darurat penyebaran Covid-19 yang ditetapkan BNPB untuk 91 hari terhitung dari 29 Februari hingga 29 Mei 2020.
"Langkah yang tepat guna membangun kewaspadaan tinggi terhadap dampak buruk yang akan tibul. Negara harus berperan optimal guna melindungi rakyat yang dari bencana yang lebih luas," ujar Netty, Rabu (18/03/2020).
Berhubungan dengan status tersebut Netty mengajak masyarakat untuk bahu membahu membangun gerakan sadar Covid-19.
"Ini menjadi persoalan bangsa yang harus dihadapi bersama. Semua elemen masyarakat harus bergerak. Tokoh masyarakat harus hadir bersama lakukan pencegahan penyebaran Covid-19. Gereja, masjid, vihara, posyandu, PKK, Karang Taruna, ormas, harus menjadi garda terdepan dalam kampanye gerakan sadar Covid-19," ajak Netty.
Netty juga meminta pemerintah memberikan dukungan penuh kepada seluruh rumah sakit, klinik dan tenaga medis dalam melaksanakan tugasnya.
"Tenaga medis di rumah sakit dan klinik adalah garda terdepan yang dengan dedikasi tinggi berjuang di hari-hari sulit ini melawan Covid-19. Dukungan berupa penyediaan alat, bahan dan bahkan pemberian insentif lebih adalah hal yang harus dilakukan," tandasnya. Tidak lupa, Netty pun memberikan dukungan moril dan mendoakan agar perjuangan ikhlas mereka mendapat balasan yang besar dari Tuhan Yang Maha Kuasa.
Selain itu, kata Netty, "Pemerintah perlu lakukan penutupan sementara semua tempat yg berpotensi menjadi lokasi berkumpulnya massa, seperti tempat wisata, hiburan dan perkantoran," imbuhnya.
Terkait wilayah sebaran Covid-19 yang semakin bertambah, Netty meminta pemerintah melakukan pencegahan atau pembatasan mobilisasi warga keluar dari dan masuk ke lokasi terjangkit.
"Sudah saatnya warga diinstruksikan berdiam di rumah untuk self isolation. Bekerja, belajar dan beribadah dari rumah," kata Netty.
Tujuan berdiam di rumah, kata Netty, adalah untuk memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19. "Jadi siswa diliburkan agar benar-benar di rumah dan tidak melakukan interaksi sosial di luar. Jangan malah jalan-jalan ke tempat keramaian seperti ke mall, pusat hiburan atau wisata. Jika tidak sekolah tapi tetap keluar rumah, ya percuma saja," pungkasnya.
http://pks.id/content/netty-saatnya-masyarakat-bangkit-bangun-gerakan-sadar-covid-19
http://pks.id/content/netty-saatnya-masyarakat-bangkit-bangun-gerakan-sadar-covid-19




Tidak ada komentar