"Teruslah bergerak, hingga kelelahan itu lelah mengikutimu. . ." KH Rahmat Abdullah

Soal Penolakan Natuna Terhadap WNI dari Wuhan, Perda Terima Informasi Last Minute

Jakarta – Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal hadiri Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi IX, Selasa (4/2), guna menjelaskan penolakan warga Natuna atas penempatan 238 WNI dari Wuhan. Menurutnya, informasi diterima last minute, hanya sehari sebelum kedatangan WNI dari Wuhan.
Netty Prasetiyani, anggota Komisi IX dari FPKS, menyayangkan pola komunikasi pemerintah pusat ke daerah yang kurang sigap dan mendadak. "Wajar kalau kemudian terjadi kepanikan yang berujung pada reaksi unjuk rasa. Pemda-nya saja baru tahu sehari sebelum kedatangan WNI dari Wuhan. Jadi, pemda tidak memiliki kesempatan untuk memberikan informasi yang jelas, benar dan dapat memberikan ketenangan pada masyarakat," ujar Netty.
Sebagaimana diberitakan, WNI dari Wuhan akan dikarantina di Lanud Raden Sadjad, Natuna, selama 14 hari ke depan untuk kepentingan observasi dan monitoring kondisi mereka.
Dalam rapat tersebut, kata Netty, Bupati Natuna meminta pemerintah pusat membangun posko-posko pelayanan kesehatan masyarakat guna mengantisipasi situasi kritis mengingat jarak lokasi karantina dengan pemukiman penduduk hanya sekitar 1,7 km.
"Masyarakat juga meminta agar biaya berobat ditanggung pemerintah mengingat rumah sakit yang ada di Natuna hanya tipe C. Butuh rujukan ke Batam untuk pengobatan lanjutan," katanya.
Menurut Netty, permintaan masyarakat Natuna tidak berlebihan dan seharusnya bisa dipenuhi pemerintah. "Setidaknya bisa dibangun rumah sakit tipe B," katanya.
Selain itu, lanjut Netty, pola komunikasi dengan pemda dan masyarakat harus diperbaiki. "Gunakan semua saluran komunikasi yang ada, berikan informasi up date, terus menerus dan jelas guna menenangkan masyarakat," pungkas Netty.
Netty pun mengapresiasi langkah Menkes yang akan berkantor sementara di Natuna guna memantau langsung kegiatan observasi dan isolasi tersebut. "Jika diperlukan, saya dan Komisi IX siap turun ke Natuna untuk memantau situasi dan menenangkan masyarakat," ujarnya.
Ditanya terkait informasi dari Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah yang menyebutkan ada satu pekerja migran Indonesia di Singapura yang telah positif terjangkit Corona, Netty berkata, "Pastikan yang bersangkutan telah mendapat layanan kesehatan sesuai prosedur. Komunikasikan keadaannya dengan keluarga di tanah air. Dan ingatkan semua pekerja kita di sana untuk tetap waspada dan melakukan tindakan pencegahan agar tidak tertular virus Corona," tutup Netty.
 
 
 
http://pks.id/content/soal-penolakan-natuna-terhadap-wni-dari-wuhan-perda-terima-informasi-last-minute

Tidak ada komentar