Insya Allah Partai Islam Selalu Menang!
Ada kesadaran yang harus selalu tertanam di dalam dada para pejuang di Partai Islam, sebuah hakikat yang akan menjadi ruh bagi perjuangan mereka sampai akhir hayat, yakni niat suci amar ma’ruf nahi munkar!
Dengan niat suci ini, mereka akan selalu menjadi pemenang. Apa pun yang terjadi. Menang atau kalah dalam pandangan manusia. Di mata Allah SWT, mereka akan selalu menjadi pemenang.
Selama mereka konsisten menjadi ummatun, sekelompok orang yang yad‘ĊĞna ilal khairi, menyeru pada kebaikan, kemaslahatan dan kebajikan; dan ya’murĊĞna bil ma‘rĊĞfi menyuruh pada yang makruf, yakni keimanan dan ketakwaan; serta yanhauna ‘anil mungkar, mencegah dari yang mungkar; maka ulÄ-ika humul muflihĊĞn, mereka itulah orang-orang yang menang, sukses, dan selamat, di mata Allah SWT.Kemenangan yang dekat di dunia ini, itu pun dijanjikan oleh-Nya.
“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh- sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” (Q.S. An-Nur: 55)
Selama para pejuang di Partai Islam itu beriman, beramal saleh, tetap menyembah Allah SWT dan tidak menyekutukan-Nya, mereka pasti akan dijadikan berkuasa, nilai-nilai ajaran Islam yang mereka perjuangkan akan menyebar mewarnai kehidupan, sehingga negeri menjadi aman, damai dan sejahtera.
Selama Partai Islam konsisten kepada niat suci amar ma’ruf nahi munkar dan ibadah, Allah SWT akan menjadikan mereka a’immah—pemimpin-pemimpin, yang memberikan solusi islami dan selalu mewujudkan kebaikan, kemaslahatan dan kebajikan kepada umat dan bangsa ini. Sebagaimana digambarkan Allah SWT,
“Kami telah menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami dan telah Kami wahyukan kepada, mereka mengerjakan kebajikan, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan hanya kepada Kamilah mereka selalu menyembah.” (Q.S. Al-Anbiya: 73)
Oleh karena itu, terlepas dari benar tidaknya opini bahwa masa depan Partai Islam semakin suram; apakah opini itu merupakan konspirasi, operasi politik ‘musuh’, atau murni opini konstruktif media; Partai Islam harus menanggapi dan menghadapi itu semua dengan aksi-aksi positif. Tetap focus pada program ‘pemenangan’ yang telah direncanakan, terus menerus membangun kekuatan, tidak putus asa dan berhenti beramal, selalu bermuhasabah, terus menerus memperbaharui dan meluruskan niat suci amar ma’ruf nahi munkar.
Di atas itu semua, hendaklah mereka selalu bertawakkal kepada Allah SWT. Yakin dengan pertolongan Allah SWT.
Alangkah eloknya jika aktivis Partai Islam merenungkan nasehat seorang Da’i dari Mesir, Syeikh Jum’ah Amin berikut ini.
“Jangan terlalu fokus dengan sebab-sebab materi untuk mencapai kemenangan, tapi kurang fokus pada ĜħَĜ¨ُّ Ĝ§ÙْĜ§َĜ³ْĜ¨َĜ§Ĝ¨ “Rabbul asbaab” (Allah yang menjadi Pemilik dari sebab-sebab).
Jangan terlalu fokus dengan manajemen, idariyah, takhtith (perencanaan), tapi kurang fokus dalam hak-hak Allah. Takhtith dan manajemen baru efektif kalau dilakukan oleh tangan yang berwudhu, kening yang banyak sujud, jiwa yang khusyu’, hati yang tenang dan tunduk pada Allah. Tanpa itu, sehebat-hebatnya manajemen dan takhtith yang dilakukan takkan memberi kemenangan.
Apa yang dianggap orang adalah nafilah (sunah), bagi antum bernilai faridhah (wajib). Dimana posisi antum dalam tilawah minimal 1 juz sehari? Dimana posisi antum dalam raka’at-raka’at saat malam? Dimana posisi antum dalam infak? Dimana posisi antum dalam raka’at dhuha?
Lawan politik uang yang biasa dijadikan senjata lawan-lawan politik antum dengan akhlak, dengan ukhuwwah, dan dengan ubudiyah…. Bukan dengan uang juga.
Senjata antum hanya dua: hubungan baik dengan Allah dan akhlak dengan manusia. Dengan itu, dua cinta berhimpun, cinta Allah dan cinta manusia. Ustadz al-Banna mengatakan: nahnu nuqaatil an naas bil hubb (Kita menaklukan manusia dengan cinta).”
Maka, Partai Islam harus mengutamakan bantuan kemenangan dari Allah, dengan petunjuk Rasulullah, dan dukungan sebesar-besarnya dari orang-orang yang beriman.
“Dan barangsiapa mengambil Allah, rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi penolongnya, maka sesungguhnya Hizbullah (Partai Allah, pengikut agama Allah) itulah yang pasti menang.” (Q.S. Al-Maidah: 56)



Tidak ada komentar