Banyak Jalan Menuju Pemberitaan (PKS)
14 Maret 2013
![]() |
| Ibnusy Haq (Humas PKS Batam) |
Harus diakui akhir-akhir ini media-media besar sangat pelit
menginformasikan "kehebatan" PKS. Lihat saja berita kemenangan Ahmad
Heryawan-Deddy Mizwar di Pilkada Jawa Barat (Jabar) saja sunyi dari
informasi yang memadai. Padahal jika ditinjau dari sisi lokasi, Jabar
sangat strategis. Selain dekat dengan ibu kota Jakarta juga memiliki jumlah
pemilih yang sangat gembrot.
Belum lagi yang bertarung adalah sejumlah nama-nama kondang yang ketenarannya menembus wilayah lokal negeri pasundan. Ada Dede Yusuf, Rieke Diah “Oneng” Pitaloka, Teten Masduki. Dan sudah barang tentu artis senior, Deddy Mizwar.
Namun (mungkin) karena yang menjadi pemenang adalah pasangan yang diusung dan juga kebetulan kader PKS, media ramai-ramai mengunci informasi kemenangan pasangan nomor empat itu. Pemberitaan yang ada praktis sangat berbeda jika dibandingkan dengan publikasi kemenangan Jokowi di Pilkada Jakarta tahun lalu.
Hak masyarakat untuk mendapat informasi siapa pemenang Pilkada di Sumatera Utara juga mengalami hal serupa. Bahkan, publikasi kemenangan pasangan Gatot Pujo Nugroho-Tengku Erry yang tenar dengan sebutan GANTENG ini “lebih parah”. Praktis media hanya memberitakannya saat GANTENG melakukan Konferensi Pers seputar kemenangannya versi berbagai lembaga survey via quick count.
Keesokan harinya, di provinsi yang ber-ibu kota Medan ini seolah-olah tidak pernah melakukan hajatan akbar berupa pesta demokrasi. Berita kemenangan GANTENG “disulap” dengan tragedi penyerangan oknum TNI terhadap Polres OKU.
Namun bukan kader PKS namanya jika tidak mencari solusi jitu untuk terus memberitakan kabar baik kepada khalayak ramai. Kader partai bernomor urut 3 ini tidak menyesali partainya tidak memiliki media mainstream. Mereka terus mencari solusi untuk memberitakan dan menyampaikan informasi kepada publik.
Belum lagi yang bertarung adalah sejumlah nama-nama kondang yang ketenarannya menembus wilayah lokal negeri pasundan. Ada Dede Yusuf, Rieke Diah “Oneng” Pitaloka, Teten Masduki. Dan sudah barang tentu artis senior, Deddy Mizwar.
Namun (mungkin) karena yang menjadi pemenang adalah pasangan yang diusung dan juga kebetulan kader PKS, media ramai-ramai mengunci informasi kemenangan pasangan nomor empat itu. Pemberitaan yang ada praktis sangat berbeda jika dibandingkan dengan publikasi kemenangan Jokowi di Pilkada Jakarta tahun lalu.
Hak masyarakat untuk mendapat informasi siapa pemenang Pilkada di Sumatera Utara juga mengalami hal serupa. Bahkan, publikasi kemenangan pasangan Gatot Pujo Nugroho-Tengku Erry yang tenar dengan sebutan GANTENG ini “lebih parah”. Praktis media hanya memberitakannya saat GANTENG melakukan Konferensi Pers seputar kemenangannya versi berbagai lembaga survey via quick count.
Keesokan harinya, di provinsi yang ber-ibu kota Medan ini seolah-olah tidak pernah melakukan hajatan akbar berupa pesta demokrasi. Berita kemenangan GANTENG “disulap” dengan tragedi penyerangan oknum TNI terhadap Polres OKU.
Namun bukan kader PKS namanya jika tidak mencari solusi jitu untuk terus memberitakan kabar baik kepada khalayak ramai. Kader partai bernomor urut 3 ini tidak menyesali partainya tidak memiliki media mainstream. Mereka terus mencari solusi untuk memberitakan dan menyampaikan informasi kepada publik.
Sekali lagi, meski tidak memiliki media mainstream, kader-kader PKS memiliki banyak cara untuk menginformasikan kepada masyarakat akan kelebihannya dengan menggunakan berbagai media, seperti facebook, twitter maupun spanduk dan baliho.
Sekarang hampir setiap tingkatan struktur PKS telah memiliki akun sosial media (sosmed) seperti facebook, twitter dan akun sosmed lainnya. Setidaknya setiap pengurus tingkat daerah memiliki satu aku sosmed yang aktif. Mereka berkenalan dengan berbagai kalangan dari berbagai daerah. Belum lagi kader-kadernya yang melek teknologi gemar menyebarkan berita seputar PKS melalui media seperti web/blog.
Otomatis ketika para kader PKS yang memiliki akun sosmed ini nge-tweet di twitter atau mem-posting berita seputar PKS di facebook maka dengan cepat berita-berita tersebut tersebar luas. Informasi seputar PKS itu tidak saja untuk para kader, namun juga simpatisan dan masyarakat. Termasuk untuk para "musuh" PKS.
Meski pengguna internet sangat tinggi, namun masih banyak yang belum mengetahui kabar indah tentang PKS. Untuk itu dengan menggunakan media spanduk dan baliho bisa menjadi jawabannya. Seperti yang dilakukan oleh PKS Batam yang juga kerap memasang spanduk yang ditempatkan di titik-titik strategis di Kota Batam.
Terakhir sebagai humas PKS Batam, kami memberi apresiasi kepada seluruh tim media yang telah memberikan warna cerah kepada masyarakat melalui postingan dan twit-twitnya. Wabil khusus kepada teman-teman tim media PKS Nongsa yang meski secara struktur sebagai “anak buah”, namun secara de facto menjadi leader dalam pemberitaan PKS di Batam.
* pks-batam.org




Tidak ada komentar