Andai Rasyid adalah Anak Petinggi PKS
Akhirnya drama pengadilan Rasyid Rajasa berakhir, dengan Vonis 6 bulan masa percobaan. Rasyid pun bebas dan tidak dipenjara.
http://www.republika.co.id/berita/nasional/jabodetabek-nasional/13/03/25/mk7l9o-rasyid-rajasa-bebas
Tulisan ini tidak akan mencoba mengupas aspek hukumnya, namun akan
melihat aspek lain dari sisi sosial politik. Sesaat setelah berita
kecelakaan yang melibatkan anak seorang menteri, secara bawah sadar
masyarakat seolah sudah mafhum bahwa kasus ini akan mendapat
keistimewaan dari petugas. Terlebih jika dibandingkan dengan kasus
serupa yang melibatkan bukan anak pejabat. Ringannya Vonis Rasyid
diyakini tidak akan didapatkan jika yang bersangkutan bukan anak
pejabat.
Dari perspektif lain, Rasyid penulis yakini tidak akan bernasib mujur
seperti sekarang jika saja Rasyid adalah putra dari salah satu pejabat
yang berasal dari PKS. Kenapa PKS? ada apa dengan PKS? ya karena PKS
merupakan satu partai yang empuk untuk dijadikan sasaran tembak lawan -
lawan politiknya terutama bagi yang menguasai media mainstream.
Secara kebetulan dalam masa yang sama dengan proses hukum Rasyid Rajasa
ada salah satu anak petinggi PKS yang juga terlibat pada masalah hukum
yaitu Ridwan Hakim putra keempat dari ketua majelis syuro PKS. Namun
Rasyid dan Ridwan Hakim mendapatkan respon yang sedikit berbeda baik
dari aparat maupun pembentukan opini publik dari media.
Yang berbeda dari mereka berdua adalah Rasyid Sudah Tersangka, jelas
menjadi pelaku kelalaian berlalulintas yang menyebabkan hilangnya nyawa
orang lain namun hingga vonis diputuskan belum pernah sama sekali
ditahan sehingga menimbulkan kesan seolah-olah Rayid layaknya saksi
dalam sebuah pengadilan kecelakaan lalu lintas.
Sedangkan Ridwan, statusnya jelas sebagai saksi dari kasus yang Suap
Impor sapi yang secara dtail kasusnya masih misteri. Walaupun hanya
saksi Ridwan sudah dianggap seperti tersangka, dikesankan ridwan
melarikan diri ke Turki padahal jelas Dia ke Turki sebelum perintah
pencekalan ada. Ditambah lagi dengan wacana jemput paksa oleh KPK yang
ramai diberitakan oleh media padahal KPK baru mengirim surat panggilan
pertama, sehingga makin menguatkan kesan seolah-olah ridwan adalah
buronan KPK yang melarikan diri ke luar negeri layaknya Nazarudin dan
Istrinya.
( Ridwan Hakim, Saksi tapi seperti Tersangka )
(Rasyid Rajasa, Tersangka tapi seperti saksi)
Nyatanya, Setelah urusan selesai Ridwan pulang dan datang sendiri ke KPK
memenuhi panggilan pemeriksanaan. Saat pemeriksaan, lagi-lagi
dikesankan seolah-olah ridwan terlibat dan menjadi tersangka.baru
menjadi saksi saja Ridwan sudah sedemikian dihinakan oleh media, apalagi
jika Ridwan menjadi tersangka maka label-label koruptor tidak hanya
disematkan pada Ridwan saja, pasti merembet ke nama baik ayahnya dan
tentunya bermuara pada demarketing PKS.
Andai Rasyid Rajasa adalah Ridwan Hakim, maka kasus kecelakaan yang
merenggut nyawa manusia tersebut tentu akan sangat mudah digoreng oleh
media dan menjadi bola salju yang semakin membesar dengan ending yang
tidak manis tentunya. Jauh dari ending vonis bebas dengan mas percobaan 6
bulan. Diakhir penulis ingin menyampaikan bahwa tulisan ini bukan
bermaksud untuk mendiskreditkan partai dari ayahnya rasyid, namun lebih
melihat pada fenomena yang dialami PKS yang menjadi incaran banyak media
untuk demarketisasi. []






Tidak ada komentar